Belajar Melalui Aplikasi iPusnas

INDONESIA DARURAT LITERASI!!
Seperti itu kira-kira kalimat yang belakangan ini sering kita dengar, baik itu di media sosial, artikel maupun berita. Lalu apa itu literasi? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Literasi adalah “Kemampuan membaca dan menulis”. Kalimat tersebut tampaknya tidak terlalu berlebihan jika melihat kondisi rendahnya minat baca masyarakat Indonesia saat ini. Aktivitas membaca belum mendapat tempat dalam hati masyarakat Indonesia. Untuk tingkat dunia saja berdasarkan hasil studi 3 tahunan PISA (Programme for International Student Assessment)yang dilakukan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), pada tahun 2018 menunjukkan penurunan skor untuk Indonesia selama tahun 2009 hingga 2018 pada bidang membaca. Rata-rata skor siswa Indonesia adalah 371, dimana rata-rata skor OECD sebesar 487.Dari 79 negara yang disurvei, Indonesia menduduki peringkat 6 terbawah yakni ke 74.
Sedangkan untuk tingkat daerah pada 2019 hasil survei Indeks ALIBACA (Aktivitas Literasi Membaca) yang dilakukan oleh Puslijakbud (Pusat Penelitian Kebijakan Penddidikan dan Kebudayaan) di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi Lampung sendiri menempati peringkat 5 terbawah yaitu peringkat 30 dari 34 provinsi dengan predikat rendah.
Dari dua hasil survei tersebut dapat dilihat bahwa aktivitas membaca di Indonesia masih sangat rendah. Faktor yang menyebabkan rendahnya aktivitas membaca pada masyarakat Indonesia khususnya siswa antara lain terbatasnya sumber bacaan yang tersedia. Buku-buku yang tersedia di perpustakaan sekolah jumlah dan jenisnya terlalu sedikit, itupun biasanya adalah buku-buku lama yang kurang relevan lagi dengan perkembangan zaman. Dampaknya adalah menurunnya kreativitas masyarakat Indonesia terutama peserta didik. Menurunnya kreativitas peserta didik dapat dilihat dari sulitnya peserta didik menuangkan gagasan mereka dalam sebuah tulisan atau karangan.
Terbatasnya sumber bacaan yang tersedia tersebut dapat diatasi salah satunya dengan pemanfaatan perpusakaan digital. Perpustakaan digital adalah penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital. Atau secara sederhana dapat dianalogikan sebagai tempat menyimpan koleksi perpustakaan yang sudah dalam bentuk digital.
Salah satu perpusatakaan digital yang mudah diakses melalui smartphone adalah iPusnas. iPusnas adalah aplikasi perpustakaan digital persembahan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. iPusnas merupakan aplikasi perpustakaan digital berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca ebook dan dapat diakses melalui beragam perangkat seperti gawai, tablet, komputer jinjing, PC berbasis Android, IOS, dan Windows. iPusnas bisa diunduh di Play Store, App Store, dan situs www.ipusnas.id
Banyak sekali buku-buku yang tersedia di sana, baik itu buku pelajaran, resep masakan, cerpen, hingga novel-novel best seller dari penulis-penulis terkenal seperti Andrea Hirata atau Tere Liye. Dengan fitur-fitur media sosial kita dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain. Kita dapat memberikan rekomendasi buku yang sedang kita baca, menyampaikan ulasan buku serta mendapatkan teman baru. Membaca ebook di iPusnas jadi lebih menyenangkan karena kita dapat membaca ebook secara online maupun offline.
09/12/2020
Penulis: Andri Hermawan
Foto: iPusnas
