7 September 2026

Gara-Gara Corona!!

4 garagarakorona

“Semua berubah saat Negara Api menyerang”, begitulah sepenggal kalimat yang ada di film Avatar. Mungkin kalimat itu cocok pada saat ini, saat virus corona memporak-porandakan dunia. Semuanya berubah, saat pertama kali virus tersebut menujukkan eksistensinya di dunia pada akhir tahun 2019. Semenjak saat itu bak idola baru yang sedang naik daun, virus coronapun semakin terkenal di berbagai penjuru dunia. Semuanya berubah, kebiasaan sehari-hari, cara belajar, cara bekerja, cara bertahan hidup. Dalam kebiasaan sehari-hari kita harus memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Dalam cara belajar dan bekerja semuanya dilakukan secara virtual. Dalam cara bertahan hidup, orang-orang semakin memutar otak untuk mencari penghasilan lain karena ladang penghidupan mereka sebelumnya tidak cocok saat pandemi seperti ini terlebih adanya pembatasan sosial dari pemerintah.

Namun tidak dapat dipungkiri selain membawa duka, virus corona juga membawa dampak positif bagi kita, tentu saja posiitif di sini bukan positif Covid-19. Dampak positif ini antara lain menjadikan diri kita untuk disiplin hidup bersih dan membuat kita sadar akan pentingnya kesehatan. Selain itu kita juga “dipaksa” melek teknologi. Virus corona memaksa kita mengikuti perkembangan zaman, era 4.0.

Sebelumnya belajar dan bekerja dilakukan secara konvensional, hanya segelintir kantor atau sekolah yang fasih menggunakan zoom, gmeet, webex, skype, dan lainnya. Tapi sekarang semuanya diharuskan bisa menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut. Para pedagang sekarang ramai-ramai memasukkan barang dagangannya di aplikasi atau situs-situs jual beli online. Mereka dipaksa harus paham online shop, e-commerce, e-banking, dan semuanya yang berbau online. Orang-orang sibuk membuat konten seapik mungkin bahkan bisa jadi seaneh dan sekonyol mungkin. Mereka menyadari apa yang viral baik itu di podcast, youtube, tik-tok, instagram, facebook, ataupun twitter dapat menjadi rupiah bagi mereka. Dengan memiliki subscribers, viewers, dan followers yang melimpah otomatis adsense dan tawaran endorsment akan semakin meningkat. Orang-orang semakin menyadari uang yang dihasilkan dari menjadi seleb online itu tidaklah sedikit.

Saat ini semuanya berubah, kita dipaksa mengikuti era digitalisasi yang telah digaungkan sejak lama tapi nyatanya kita tetap menggunakan cara-cara konvensional. Tapi semenjak ada pandemi covid-19 kita dipaksa meninggalkan cara-cara konvensional tersebut yang memang sudah tidak relevan dengan era digitalisasi.
Jika kita melihat seperti dua sisi mata uang, virus corona selain ada sisi negatif ternyata juga memiliki sisi positif. Karena memang selalu ada hikmah dibalik musibah.
Dan semuanya berubah semenjak virus corona menyerang, semua gara-gara corona!!

5 Agustus 2020
Penulis: Andri Hermawan
Foto:  Himpsi (Himpunan Psikologi Inonesia)

 

Powered by GoSCH.id Website Sekolah Gratis