7 September 2026

Bocor, Bocor, Booccoorrrrrr……!

acakacak-data-samsung-dan-apple-polisi-gulung-komplotan-hacker-lapsus-pzp

Memasuki musim penghujan ternyata tidak hanya atap rumah saja yang bocor, melainkan data-data pribadi kita juga rentan bocor. Saat ini marak terjadi kebocoran data di mana-mana, baik itu kebocoran data dari hasil pembobolan oleh hacker maupun data yang bocor akibat kesalahan pengguna itu sendiri. Data-data yang bocor tersebut diperjualbelikan bebas di internet.

Sempat membuat gempar beberapa waktu lalu jutaan data pengguna bocor dan diperjualbelikan bebas di darkweb antara lain data pengguna dari Tokopedia, Lazada, ShopBack, RedDoorz, KreditPlus, BRI Life, hingga data pengguna dari situs pemerintah seperti BPJS Kesehatan, eHAC milik Kementerian kesehatan (Kemenkes) sampai data Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2014 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Terbaru,  7 April 2022 dikutip dari tweet  @darktracer_int salah satu perusahaan teknologi keamanan menyebutkan data pengguna dari beberapa situs pemerintah telah bocor. Kebocoran data ini diklaim bukan hasil pembobolan website oleh hacker tapi dari perangkat pengguna yang terinfeksi virus malware.

Tangkapan layar tweet DarkTracer: DarkWeb Criminal Intelligence
Tangkapan layar tweet DarkTracer: DarkWeb Criminal Intelligence

Untuk data dari situs pendidikan dan kepegawaian yang bocor antara lain:

  1. sso.datadik.kemdikbud.go.id
  2. info.gtk.kemdikbud.go.id
  3. paspor-gtk.belajar.kemdikbud.go.id
  4. mysapk.bkn.go.id
  5. sscn.daftar.bkn.go.id
  6. daftar-sscasn.bkn.go.id

Data dari situs-situs tersebut merupakan data yang sangat personal terutama situs mysapk.bkn.go.id dan sso.datadik.kemdikbud.go.id (dapodik) karena di dalamnya dapat dikatakan datanya sangat lengkap, dari mulai akta kelahiran, KTP, KK, foto hingga ijazah pertama sampai terakhir semunya ada. Data lengkap seperti itu sangat rawan disalahgunakan seperti untuk target marketing/ iklan, spam sms, pembobolan rekening, pembobolan kartu kredit hingga digunakan untuk pinjaman online (pinjol).

Data tersebut dapat dicuri karena di perangkat pengguna terinfeksi virus malware. Pengguna yang kurang peka terhadap keamanan teknologi sering kali membuka situs dari link yang dikirim seseorang, atau menginstal aplikasi yang tidak resmi atau colok flashdisk sana-sini, yang akhirnya semua itu tanpa disadari membawa virus malware ke dalam perangkat kita. Virus malware sendiri adalah perangkat lunak yang dibuat dengan tujuan memasuki dan terkadang merusak sistem komputer, jaringan, atau server tanpa diketahui oleh pemiliknya. Tujuannya tentu untuk merusak atau mencuri data dari perangkat yang dimasuki.

Ciri-ciri perangkat (handphone) yang terinfeksi malware:

  1. Kuota internet cepat habis
  2. Daya baterai cepat terkuras
  3. Ponsel cepat panas serta lambat
  4. Muncul aplikasi tidak dikenal tanpa kita instal
  5. Kerap keluar pop-ups/ iklan
  6. Postingan misterius muncul di sosmed tanpa kita posting.

Ciri-ciri perangkat (laptop) yang terinfeksi malware:

  1. Kinerja laptop semakin lemot
  2. Ada program yang tidak biasa tanpa kita instal
  3. Kerap keluar pop-ups/ iklan
  4. File banyak yang rusak atau corrupt
  5. Hardisk dan RAM tiba-tiba penuh
  6. Sering restart dan mati mendadak
  7. Antivirus mendadak mati

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari penyalahgunaan data tersebut, mari kita lebih waspada akan data kita dan terhadap serangan malware dengan melakukan  tindakan preventif seperti:

  1. Jangan asal klik sebuah tautan/ link dari sms/WA/telegram/sosmed yang dibagikan seseorang jika tidak yakin itu aman.
  2. Jangan asal instal aplikasi/ program terutama aplikasi yang tidak resmi. Yang tidak berasal dari PlayStore/ AppStore dll.
  3. Pastikan kita mempunyai data backup, terutama file backup di cloud storage seperti google drive dll.
  4. Selalu update OS
  5. Pasang/ instal aplikasi anti virus dan scan laptop/ hp dengan anti virus secara berkala
  6. Hindari penggunaan Wi-Fi gratis tanpa password jika di tempat umum
  7. Tingkatkan kerumitan password (karakter khusus, huruf besar kecil, angka)
  8. Sebelum masuk sebuah situs, cek kembali domainnya, contohnya untuk situs pemerintah Indonesia domainnya .go.id (goverment Indonesia)

Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini tentu ada dampak lainnya salah satunya rentan pencurian data. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya kita lebih peduli terhadap data kita masing-masing karena jika terjadi penyalahgunaan data, kita sendiri yang akan dirugikan.

Seperti kata pepatah dari Swedia, “Swedia payung sebelum hujan.” Bersiap menyambut musim hujan dengan mengecek genteng atap rumah, bersiap menyambut kemajuan teknologi dengan mengamankan data kita, semua itu agar tidak bocor, bocor, boccoorrrrrr…..!

 

8 April 2022
Penulis: Andri Hermawan

Foto:  Sindonews
Foto:  Tweet @darktracer_int

Powered by GoSCH.id Website Sekolah Gratis